Prinsip
Sopan Santun (Pss) dalam sebuah percakapan
Bogi :
Ko, kenapa angin besar gak mau bertiup? Musim hujan mulai datang biasanya angin
kencang mulai bertiup.
Miko :Iya
ya, kenapa dari tadi hanya angin kecil yang bertiup, layang-layangku jadi tidak
bisa naik.
Bogi :
Ko, benang layanganku selalu aku gelas dengan gelas telepon. Tajam dan selalu
menang, tidak pernah kalah.
Miko :
Tak pernah kalah?
Bogi :
Iya, tak pernah kalah.
Miko :
Betul?
Bogi :
Betul.
Miko :
Minggu kemarin? Waktu itu kamu kalah dan menangis. Dan, ketika kamu adukan ke
ayahmu, malah kamu dijewer dan menangis sampai suaramu terdengar di rumahku.
Bogi :
Kapan sih?
Miko :
Minggu kemarin waktu kamu kalah dengan layang-layangnya si Yatmi.
Bogi :
Oh, waktu itu.
Miko :
Iya.
Bogi :
Ya, kan hanya sekali itu aku kalah.
Miko :
Tadi kamu bilang kalau tidak pernah kalah.
Bogi :
Pernah, hanya sekali itulah.
Miko :
Sekalikan artinya tetap pernah kalah.
Bogi :
Ya pernah, tetapi hanya sekali. Kalau dengan layang-layangmu aku tidak pernah
kalahkan?
Miko :
Ya sudah, ayo kita adu sekarang, mumpung angin besar mulai datang.
Kemudian, kedua anak tersebut berlari-lari kesana kemari.
Tidak lama kemudian terdengar suara tangisan.
Miko :
Aduh, kenapa kamu selalu menangis tiap kali kalah bermain layangan?
Bogi :
Huhuhuhuhuhu (sambil terisak-isak), layang-layangku…layang-layangku.
Miko :
Ya sudah, malas aku bermain dengan anak cengeng seperti kamu Bogi.
Miko berjalan pulang meninggalkan Bogi. Tidak lama kemudian
Bogi juga pulang sambil tetap menangis.
Analisis Prinsip Sopan Santun
1.Ko, kenapa angin besar gak mau bertiup? Musim hujan mulai
datang biasanya angin kencang mulai bertiup. (Kalimat ini menunjukkan kesopanan
karena pertanyaan yang diajukan tindak tuturnya secara halus).
2.Minggu kemarin? Waktu itu kamu kalah dan menangis. Dan,
ketika kamu adukan ke ayahmu, malah kamu dijewer dan menangis sampai suaramu
terdengar di rumahku. (Kalimat ini menunjukkan kesopanan karena Miko menjelaskan
apa yang dia dengar di rumahnya).
3.Minggu kemarin waktu kamu kalah dengan layang-layangnya si
Yatmi. (Kalimat ini menunjukkan kesopanan karena Miko mengingatkan terhadap
Bogi, kalau Bogi pernah kalah bermain laying-layangan).
Analisis Prinsip Tidak Santun
1.Ko,
benang layanganku selalu aku gelas dengan gelas telepon. Tajam dan selalu
menang, tidak pernah kalah. (Kalimat ini tidak ada prinsip sopan santun karena
tindak tutur pada kalimat ini menyatakan kesombongan apa yang dia miliki).
2.Aduh,
kenapa kamu selalu menangis tiap kali kalah bermain layangan? (Kalimat ini
menunjukkan tidak adanya prinsip sopan santun, karena pada kata aduh,
mengandung makna keluhan yang dapat menyakiti persaan orang lain).
3.Ya
sudah, malas aku bermain dengan anak cengeng seperti kamu Bogi.(Kalimat ini
tidak adanya prinsip sopan santun, karena kalimat ini mengatakan tanpa basa
basi dan tidak memikirkan perasaan orang lain, yang paling utama pada
pengucapan kata cengeng).
4.Ya
sudah, ayo kita adu sekarang, mumpung angin besar mulai datang. (Kalimat ini
tidak ada prinsip sopan santun karena pada kata ‘ya sudah’ di artikan sebagai
tantangan atau melawan secara langsung terhadap orang yang di ajak bicara tanpa
memikirkan apa yang akan terjadi sesudahnya).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar